Women’s intimate health I Canesten
Smiling young woman

Kesehatan dan Cara Merawat Vagina

Pelajari apa saja penyebab dan faktor risiko infeksi vagina. Cari tahu mengenai gejala infeksinya dan tips mencegah infeksi vagina.

Kondisi pada organ intim: apa saja yang perlu diwaspadai dan kenapa

Kesehatan organ intim penting bagi semua perempuan, tapi kesadaran akan topik ini masih tergolong rendah. Namun, tidak perlu malu dengan kondisi kesehatan organ intim karena Anda tidak mengalaminya sendirian. Sebagian besar kondisi, seperti infeksi jamur pada vagina dan vaginosis bakterialis, dapat diatasi dengan mudah. Sebaliknya, jika kondisi ini diabaikan, tentunya akan menimbulkan ketidaknyamanan pada area intim. Oleh karenanya, cara terbaik adalah dengan merawat vagina secara telaten, serta tidak ragu berkonsultasi ke dokter jika memang ada gangguan pada area tesebut.1

Cara merawat vagina atau organ intim perlu dilakukan secara ekstra, karena vagina memiliki lingkungan yang rentan terhadap perkembangan mikroba. Anda perlu tahu bahwa kadar pH pada vagina berbeda dari area tubuh lain dan berbeda pula pada setiap orang, sehingga bahkan penggunaan sabun dengan kandungan yang keras dapat mengganggu tingkat pH. Apalagi saat menstruasi.

Anda juga perlu menerapkan cara merawat vagina secara tepat terutama ketika sedang menstruasi. Kebersihan yang buruk dapat berujung pada berkembangnya bakteri. Selain itu, beberapa bakteri dapat ditularkan saat berhubungan intim.

Infeksi pada vagina dapat diawali dengan rasa gatal di sekitar area tersebut atau keluarnya cairan yang tidak biasa dan seringkali berbau. Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, segera lakukan pengobatan. Gejala tidak akan hilang begitu saja jika hanya didiamkan(1) . Namun tak perlu cemas, karena kondisi ini tergolong umum terjadi dan dapat diobati dengan mudah. Anda juga tetap disarankan untuk berkonsultasi ke dokter jika merasakan gangguan di area intim.

Tidak semua jenis keputihan merupakan hal yang normal sehingga penting bagi Anda untuk memahami keputihan yang Anda alami. Ada jenis keputihan yang menunjukkan adanya infeksi pada vagina, ada juga yang tidak.

Dalam keadaan normal, keputihan akan berwarna bening atau putih, yang menandakan vagina sehat. Tubuh menghasilkan cairan ini dari vagina dengan tujuan untuk membersihkan ataupun melumasi dirinya sendiri. Namun sebaliknya, keputihan yang berbau ataupun berwarna bisa menandakan infeksi pada vagina (2).

Penyebab dan pemicu infeksi pada vagina

Infeksi pada vagina disebabkan oleh bakteri, jamur, ataupun mikroorganisme. Ada beberapa kondisi pemicu infeksi pada vagina, di antaranya:

  • Mengonsumsi antibiotik. Antibiotik dapat membunuh semua bakteri, termasuk bakteri baik, jadi tidak ada yang dapat mencegah berkembangnya jamur (2).

  • Gangguan sistem kekebalan tubuh. Jika Anda memiliki kekebalan yang rendah, kemungkinannya Anda menjadi lebih rentan mengalami infeksi jamur(3).

  • Penurunan keasaman (peningkatan pH) vagina. Keasaman yang lebih rendah di vagina Anda menyebabkan berkurangnya jumlah bakteri baik dan pertumbuhan bakteri penyebab infeksi (4).

  • Kebersihan area organ intim yang rendah. Saat area intim Anda tidak dibersihkan dengan baik, bakteri penyebab infeksi mungkin saja bisa tumbuh(2).

  • Pakaian dalam yang ketat dan tidak menyerap. Jamur dan bakteri lebih mudah tumbuh pada area yang lembap, terutama pada pakaian dalam jenis ini(2).

Young woman with dark hair wearing red sweater, standing confidently and smiling reassuringly

Mengapa Anda perlu menerapkan cara merawat kesehatan vagina yang benar?

Infeksi pada vagina dapat mempengaruhi Anda secara fisik dan psikologis. Banyak perempuan yang terdampak secara psikologis karena kondisi ini, terutama ketika berhubungan intim. Infeksi organ intim yang tidak ditangani juga dapat berdampak pada kesehatan Anda secara umum. Maka itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter agar kondisi ini bisa cepat pulih(1).

Canesten Canesfresh Gentle Refreshing Mousse

Bagaimana cara mencegah infeksi pada vagina?

Ada beberapa cara mudah untuk mengatasi infeksi vagina yang berulang. Beberapa di antaranya, menjaga kebersihan area intim dengan membasuhnya secara rutin setiap hari dengan sabun yang lembut dan tidak beraroma.(5) Setelah membasuhnya, jangan lupa untuk mengeringkan secara menyeluruh.

Cara lain untuk merawat vagina agar terhindar dari infeksi adalah dengan mengenakan pakaian longgar dengan bahan yang mudah menyerap, serta celana dalam berbahan katun. Jenis pakaian ini akan membantu menjaga sirkulasi udara dan area intim tetap kering.(2)

Hal yang perlu diingat saat ingin menghindari infeksi vagina, meliputi:

  • Menyeka dari arah depan ke belakan sehabis dari toilet.(2)

  • Segera melepas atau mengganti pakaian yang basah, seperti pakaian renang atau pakaian olahraga yang penuh keringat.

  • Hindari douching (membasuh) vagina karena dapat menghilangkan bakteri baik.(2)

  • Hindari berendam ataupun mandi dengan air yang terlalu panas.

Menerapkan cara tepat merawat vagina sangat penting bagi kesehatannya. Namun, menggunakan sabun dan gel mandi biasa atau terlalu berlebihan membersihkan vagina juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan pH yang bisa saja memicu infeksi.(5) Bayer menawarkan berbagai produk yang dapat membantu Anda menjaga kebersihan dan kesehatan organ intim, sehingga tetap terjaga bersih dan segar.

Referensi:

1. Women’s intimate health: The sobering truth about keeping quiet. (2021). Retrieved 21 May 2021, from https://www.canwelivebetter.bayer.com/health/womens-intimate-health-sobering-truth-about-keeping-quiet
2. Knowing the difference between normal discharge and infections. Retrieved 21 May 2021, from https://mckinley.illinois.edu/sites/default/files/docs/vaginal_discharge.pdf
3. Overview, V. (2019). Vaginal yeast infection (thrush): Overview. Institute For Quality And Efficiency In Health Care (Iqwig). Retrieved from https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK543220/
4. Sex, thrush and bacterial vaginosis, 1997. (2021). International Journal Of STD & AIDS. Retrieved from https://journals.sagepub.com/doi/10.1258/0956462971918850
5. Bacterial vaginosis . (2018). Retrieved 21 May 2021, from https://www.nhs.uk/conditions/bacterial-vaginosis/

L.ID.MKT.CC.06.2021.1669