Cara Menghilangkan Kutu Air dengan Mudah | Canesten
Cara Menghilangkan Kutu Air dengan Mudah | Canesten - Kaki perempuan bersih dan sehat sedang melangkah di atas kolam setelah perawatan Canesten

Cara Mudah Menghilangkan Kutu Air

Mengalami infeksi kutu air? Tidak perlu panik. Ada cara-cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan kutu air, cukup melalui pengobatan di rumah saja.

Bahan yang dibutuhkan pun sangat mudah untuk didapatkan di pasaran. Namun, sebelum memilih penanganan yang paling tepat, kenali dulu apa itu kutu air dan ciri-cirinya.

Apa Itu Kutu Air dan Ciri-Cirinya

Kutu air (tinea pedis) atau athlete’s foot adalah infeksi jamur yang biasanya menjangkiti telapak kaki, celah-celah pada jari dan kuku kaki. Istilah athlete’s foot ini bermula dari kepercayaan banyak orang bahwa kamar ganti para atlet olahraga merupakan lingkungan yang lembab di mana jamur dapat menyebar dengan cepat (1)

Meskipun punya nama lain sebagai athlete’s foot, bukan berarti infeksi ini hanya menyerang kelompok tertentu seperti atlet atau pegiat olahraga saja.  Siapa pun bisa terkena infeksi ini terlepas dari tingkat aktivitasnya. Baik laki-laki atau perempuan, tua atau muda, semuanya tetap memiliki risiko yang sama (2), karena sebagian besar kutu air disebabkan oleh jenis jamur yang termasuk dalam kelompok yang disebut dermatofita.

Beberapa ciri-ciri kutu air di antaranya adalah (3):

  • Timbul rasa gatal, perih, dan terbakar 

  • Muncul lecet di bagian kaki yang gatal

  • Telapak kaki mulai terasa kering, pecah-pecah dan mengelupas

  • Kuku kaki menjadi berubah warna dan cenderung lebih rapuh

Risiko Membiarkan Kutu Air

Salah satu miskonsepsi yang sudah banyak menyebar adalah bahwa tinea pedis dapat hilang meski tanpa diobati. Sayangnya, kutu air tidak akan bisa sembuh dengan sendirinya (1). Apabila terus menerus dibiarkan, permukaan kulit akan menjadi rusak dan kutu air dapat menyebabkan infeksi bakteri pada kaki. Hal ini dapat terjadi karena rasa gatal pada kulit akan memicu garukan yang berlebihan dan memperbesar peluang luka menjadi terbuka. Jika hal ini terjadi, maka infeksi tersebut akan membutuhkan perawatan khusus secepat mungkin.

Selain risiko infeksi yang dibawanya, athlete’s foot juga sangat menular. Penyakit ini dapat dengan mudah menyebar ke area tangan, terutama jika penderitanya tidak sengaja menggaruk kaki yang terkena kutu air. Jadi, sebaiknya lakukan pencegahan dan segera menjalani pengobatan apabila terlanjur terserang infeksi ini.

Bahan-Bahan untuk Menghilangkan Kutu Air

Ada beberapa bahan alami yang dipercaya bisa membantu untuk menyembuhkan infeksi kutu air, diantaranya adalah bawang putih, minyak pohon teh, dan kunyit. Namun, penggunaannya perlu diterapkan secara hati-hati, karena meskipun bahan-bahan tersebut merupakan bahan alami, bukan berarti 100% aman bagi semua orang untuk digunakan dalam menghilangkan kutu air.

  1. Bawang Putih
    Banyak yang menganggap bawang putih lebih ampuh untuk menghilangkan kutu air jika digunakan saat masih segar. Ketika ditumbuk, bawang putih akan mengalami proses kimia yang menghasilkan sekresi senyawa anti jamur bernama Allicin. Cairan yang keluar dari tumbukan bawang putih ini diyakini dapat dioleskan ke bagian yang terkena kutu air sebanyak 2 kali dalam sehari.

    Namun, mengingat sampai saat ini masih belum ada cukup penelitian yang mendukung penggunaan bawang putih untuk pengobatan kutu air, jangan abaikan kemungkinan efek samping yang bisa saja malah merugikan. Bahkan, ada beberapa kasus di mana pemberian ekstrak bawang putih justru mengakibatkan timbulnya dermatitis kontak atau peradangan yang disebabkan oleh alergi (4).

  2. Kunyit
    Siapa yang tidak mengenal kunyit? Tanaman rempah yang satu ini dipercaya memiliki keunggulan sebagai antimikroba dan anti-inflamasi. Mungkin karena karakteristiknya inilah, kunyit disebut-sebut dapat mengatasi penyakit kulit. Meski begitu, ternyata pemakaian kunyit tidak direkomendasikan untuk menyembuhkan pasien kutu air.

    Faktanya, kunyit hanya manjur dalam mengurangi rasa gatal yang ditimbulkan dari kutu air, sedangkan infeksi yang sebenarnya masih ada. Penggunaan kunyit juga tidak disarankan untuk jangka panjang, karena pengobatan kunyit sebagai bahan natural rata-rata tidak dapat ditoleransi dengan baik oleh pasien jika digunakan lebih dari 14 hari (5).  Daripada digunakan untuk menghilangkan kutu air, sebaiknya kunyit tetap dimanfaatkan sebagaimana mestinya, seperti bumbu dapur.

  3. Minyak Pohon Teh
    Tea tree Oil atau minyak pohon teh diklaim dapat menghilangkan kutu air karena memiliki kandungan anti bakteri. Minyak pohon teh ini pertama kali digunakan oleh suku Aborigin di Australia untuk mengobati infeksi. Tea tree oil memiliki karakteristik bau yang kuat, mirip dengan aroma pinus atau kayu putih dan sering dijadikan sebagai bahan dalam penerapan home remedy.

    Namun, penggunaannya tetap harus memerlukan kehati-hatian karena tea tree oil seringkali mengiritasi kulit. Beberapa pasien yang memiliki kulit sensitif misalnya, harus berhenti menggunakan minyak pohon teh ini secara total karena dapat menyebabkan kulit kering, gatal, perih, rasa terbakar, bengkak, dan kemerahan (6)

  4. Klotrimazol 1%

    Bahan-bahan natural seperti bawang putih, kunyit dan minyak pohon teh memang alami, namun justru karena komposisinya yang dari alam tidak diatur seperti obat-obatan, belum tentu dapat memberikan efek yang diinginkan untuk menghilangkan kutu air. Namun, beberapa penelitian masih dilakukan untuk mempelajari efektivitas bahan natural seperti tea tree oil untuk pengobatan kutu air, namun zat yang mengandung bahan Klotrimazol terbukti  lebih ampuh untuk penanganan kasus ini (7).

    Selain tidak begitu efektif, bahan-bahan alami juga bisa menimbulkan reaksi alergi bagi penderita yang memiliki kecenderungan kulit sensitif. Jika ingin menghindari risiko tersebut, sebaiknya gunakan bahan Imidazol Topikal seperti Klotrimazol, yang selama ini memang sudah terbukti ampuh untuk menghilangkan kutu air (8).

    Untuk menghilangkan kutu air, cukup oleskan krim Klotrimazol 1% pada daerah kulit yang sakit sebanyak 2-3 kali dalam sehari selama 3-4 minggu agar dapat bekerja lebih efektif. Dengan olesan dari bahan ini, rasa gatal akan berkurang dengan cepat. Krim Klotrimazol dapat meresap ke dalam lapisan epidermis kulit yang terjangkit kutu air sehingga mampu meringankan bahkan membunuh jamur sampai ke akar. Selain itu, Klotrimazol juga dapat diberikan sebagai pengobatan lanjutan untuk mencegah penyakit jamur datang kembali.
    Namun apabila setelah 3-4 minggu penggunaan krim Klotrimazol tapi masih merasakan keluhan kutu air, maka sebaiknya langsung konsultasikan dengan dokter.

    Jangan lupa untuk mencuci tangan sebelum dan sesudah mengoleskan krim yang mengandung Klotrimazol ke area yang terinfeksi. Langkah ini mampu mencegah infeksi bakteri dan jamur menyebar ke bagian lain seperti tangan. Dengan begitu, tinea pedis dapat hilang dengan segera dan tidak akan muncul kembali.

    L.ID.MKT.CC.04.2021.1623

Referensi:

  1. Athlete’s Foot: Not Just for Athletes, diakses pada 30 Agustus 2021 https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2018/october/athletes-foot

  2. Understanding Athlete’s Foot: The Basics, diakses pada 30 Agustus 2021  https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-athletes-foot-basics

  3. What Are the Symptoms of Athlete’s Foot?  Diakses pada 31 Agustus 2021 https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/understanding-athletes-foot-symptoms

  4.  Woman Tried to Treat Athlete’s Foot with Raw Garlic, It Burned Through Her Toe, diakses pada 31 Agustus 2021 https://www.livescience.com/63116-garlic-burn-athletes-foot.html

  5. Turmeric VS Clotrimazole Cream for Athlete’s Foot, diakses pada 30 Agustus 2021 https://ritm.gov.ph/turmeric-vs-Klotrimazol-cream-for-athletes-foot/

  6. Tea Tree Oil, diakses pada 30 Agustus 2021  https://www.mayoclinic.org/drugs-supplements-tea-tree-oil/art-20364246

  7. Topical Management of Tinea Pedis, diakses pada 30 Agustus 2021  https://www.cfp.ca/content/67/1/30.short

  8. Tinea Pedis, diakses 30 Agustus 2021 https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470421/