Kutu Air: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan | Canesten
Kutu Air: Gejala, Penyebab, dan Pengobatan | Canesten - Kaki perempuan bersih dan sehat sedang melangkah di atas kolam setelah perawatan Canesten

Yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Kutu Air

Dalam Bahasa Inggris, kutu air atau tinea pedis biasa disebut dengan ahtlete’s foot (1). Kutu air adalah penyakit berupa infeksi jamur yang menyerang kulit dan bisa dialami oleh siapa saja. Infeksi jamur pada kulit dermatofit ini sering menyerang bagian kaki. Infeksi ini biasa ditandai dengan munculnya selaput putih di sela jari kaki, kemudian kulit yang terinfeksi akan mengalami pecah-pecah dan gampang terkelupas (1).

Kutu air menyebabkan gatal akibat jamur dermatofit yang berkembang dan menginfeksi kulit (2). Jamur ini tumbuh dan berkembang di tempat-tempat hangat dan lembap. Oleh karena itu, di musim hujan biasanya orang-orang lebih mudah terserang kutu air. Ada tempat lainnya yang sering ditumbuhi jamur ini, seperti kamar mandi serta ruang ganti. Di samping faktor kondisi lingkungan, penyebab munculnya kutu air adalah jamur yang tumbuh pada kaki yang berkeringat. Jadi, saat kaki berkeringat serta tertutup oleh sepatu, jamur sangat mudah tumbuh (2)

Penyebab Kutu Air

Adapun kelompok jamur dermatofit yang sering menjadi penyebab tinea pedis adalah Tricophyton rubrum, Tricophyton interdigitale, dan Epidermophyton floccosum (4). Jenis-jenis jamur ini dapat menginfeksi lewat kontak langsung yang dilakukan dengan penderita kutu air. Selain itu, kutu air juga menular melalui kontak dengan barang yang telah terkontaminasi.

Keseharian rutin juga perlu dicek kondisinya. Ada hal-hal yang dapat meningkatkan risiko infeksi jamur kutu air, seperti di antaranya yakni:

  • Kondisi tempat tinggal panas, padat, dan lembap (2)

  • Berjalan tanpa alas kaki di fasilitas umum khususnya seperti area kolam renang dan ruang gantinya (2)

  • Mengenakan kaus kaki dan sepatu yang basah (2)

  • Jarang ganti kaus kaki dan sepatu yang dipakai jarang dibersihkan (2)

  • Adanya kondisi hiperhidrosis yaitu keringat berlebih yang muncul pada kaki (2)

  • Sering memakai barang kepunyaan orang lain, misalnya yaitu kaus kaki, sepatu, handuk, dan sebagainya (2)

  • Mengenakan sepatu yang sempit ukurannya, dan sirkulasi udaranya minim sehingga kulit tidak terkena udara sama sekali (2)

  • Memiliki kondisi diabetes atau HIV/AIDS, sehingga membuat sistem imunitas menurun, infeksi pun terjadi dengan lebih mudah (2)

Gejala Kutu Air

Ketahui dahulu gejala kutu air supaya bisa mengobatinya. Terkadang, setiap orang mengalami gejala yang berbeda-beda (3).  Adapun ciri dan gejala kutu air paling umum adalah sebagai berikut:

  • Muncul rasa gatal pada jari-jari kaki dan area di sekitarnya. Juga terasa sensasi panas serta terbakar, khususnya ketika melepas sepatu dan kaus kaki (3)

  • Kulit jadi kasar dan kering sekali kondisinya, bisa juga pecah-pecah dan mengelupas (3)

  • Kulit terbelah di antara jari-jari kaki, atau kulitnya melembut serta terlihat memutih (3)

  • Kondisi kulit pecah-pecah di antara jari atau tumit atau telapak kaki (3)

  • Telapak kaki kadang menjadi kering dan terjadi pecah-pecah, meluas sampai area lain seperti kuku, punggung, telapak dan sisi samping kaki (3)

  • Muncul bau kaki dikarenakan jamur yang bertemu dengan bakteri

Sementara, gejala kutu air yang parah biasanya ditandai dengan:

  • Kulit memerah serta melepuh (3)

  • Muncul peradangan di area kulit yang pecah-pecah (3)

ikon dokter wanita Canesten

Memahami Kutu Air

Memahami kutu air dengan lebih baik, bisa membantu dalam mengatasi dan menghilangkan penyakit tersebut, bahkan sampai hilang sepenuhnya. Hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah sifat kutu air yang sangat mudah menular. Terjadinya kontak langsung dengan pengidap kutu air atau permukaan apapun yang terkontaminasi, dapat menularkan kutu air sehingga terjadi infeksi dengan mudah. Lantas, jika tidak diobati dengan segera, kutu air bisa muncul lagi. Gatal akibat kutu air juga dapat menyebar ke area tubuh yang lainnya (4). Infeksi kutu air juga bisa menulari orang-orang tercinta di sekitar. Oleh karena itu, pahami betul cara yang tepat untuk mengobati kutu air.

pria sedang mengikat tali sepatu setelah perawatan kutu air Canesten

Mengobati Kutu Air

Untuk mengobati kutu air secara efektif yaitu dengan memakai obat antijamur paling tepat. Seperti misalnya, dengan menggunakan krim Klotrimazol yang merupakan krim antijamur topikal dan mampu membunuh jamur sampai ke akarnya. Cara ini bisa untuk mengobati jamur dengan jenis dermatofit, yakni penyebab utama infeksi kutu air.

Ketika pengobatan sedang berjalan, disarankan untuk menghindari: 

  • Menggaruk bagian anggota tubuh yang terinfeksi jamur. Sebab, ini bisa menyebarkan kutu air ke bagian tubuh lainnya (4)

  • Berjalan tanpa alas kaki di tempat lembap, seperti kolam renang dan ruang gantinya, serta di pemandian umum (4)

  • Bergantian menggunakan handuk atau kaus kaki atau sepatu dengan orang lain (4)

  • Mengenakan sepatu yang sama hingga dua hari secara berturut-turut (4)

  • Mengenakan sepatu yang sempit dan panas sampai membuat berkeringat, tujuannya agar kaki tidak menjadi tempat kutu air tumbuh dan berkembang (4)

Untuk pengobatan harus tuntas dilakukan atau hingga dokter menyatakan sembuh, disarankan untuk melakukan pengobatan dengan krim yang mengandung Klotrimazol selama 3-4 minggu agar lebih efektif. Hindari menghentikan pengobatan apabila infeksi belum 100% sembuh karena dapat membuat kondisi memburuk. Penderita kutu air penting menerapkan kebiasaan baru dan juga meningkatkan sistem imunitas tubuh, sehingga meminimalisir kemungkinan terjadinya infeksi kembali (5).

Kapan Waktunya Menemui Dokter

Apabila infeksi tak kunjung hilang setelah menggunakan obat dari apotek yang obatnya dijual bebas, segera kunjungi dokter agar mendapat tindakan yang lebih lanjut. Mungkin akan diperlukan jenis obat lainnya dengan kombinasi kortikosteroid ringan, atau mendapatkan obat antijamur untuk diminum. Temui dokter juga apabila: 

  • Penderita infeksi kutu air adalah ibu hamil atau lansia. Akan ada rekomendasi obat dari dokter dengan menyesuaikan kondisi tersebut (1).

  • Penderita infeksi kutu air mengalami kondisi kesakitan berat atau tidak nyaman (1).

  • Kaki terlihat berubah jadi merah, panas dan terasa sakit. Bisa jadi infeksi tersebut lebih serius daripada kutu air (1).

  • Penderita infeksi kutu air mengidap diabetes, karena masalah pada kaki orang dengan diabetes, bisa jadi sangat serius. Kutu air juga bisa memicu munculnya infeksi bakteri lainnya (1).

  • Penderita infeksi kutu air mengidap HIV/AIDS atau memiliki sistem imunitas yang menurun (1).

  • Terjadi infeksi lanjutan yang memerlukan tambahan terapi antibiotik (1).

Komplikasi Kutu Air

Memang jarang terjadi, tapi kutu air bisa juga memicu komplikasi yang berupa: 

  • Tersebarnya infeksi jamur hingga kulit di area tubuh lainnya, misalnya yaitu tangan, perut serta selangkangan (5)

  • Infeksi sekunder atau lanjutan pada kulit, termasuk infeksi bakteri salah satunya (5).

Selalu sedia krim antijamur yang mengandung Klotrimazol untuk pengobatan apabila Anda terkena kutu air. Penanganan yang cepat dan tepat akan membantu proses pemulihan lebih cepat serta efektif.

L.ID.MKT.CC.04.2021.1623

Referensi : 

  1. HealthHub Fungal Infection Diseases and Condition, diakses pada 20 Agustus 2021 dari https://www.healthhub.sg/a-z/diseases-and-conditions/755/Fungal-infections-white-spot-ringworm-athletes-foot
  2. National Health Service UK (2018). Health A to Z. Athlete’s Foot, diakses pada 20 Agustus 2021 dari https://www.nhs.uk/conditions/athletes-foot/
  3. Mayo Clinic (2019). Disease & Conditions. Athlete’s Foot, diakses pada 20 Agustus 2021 dari https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/athletes-foot/diagnosis-treatment/drc-20353847
  4. Healthline (2019). Athlete’s Foot (Tinea Pedis), diakses pada 20 Agustus 2021 dari https://www.healthline.com/health/athletes-foot#_noHeaderPrefixedContent
  5. WebMD (2018). Skin Problems and Treatments. Myths & Facts about Athlete’s Foot, diakses pada 20 Agustus 2021 dari https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/athletes-foot-myths

Temukan produk Canesten®️

Mencegah Kutu Air

Ikon kaki Canesten

Jaga kaki agar tetap kering setelah mandi, berenang, atau beraktivitas yang menimbulkan keringat.

iIkon dua kaus kaki bersih Canesten

Perhatikan kebersihan alas kaki dan juga kaos kaki yang digunakan. Pilih sepatu yang memiliki sirkulasi udara agar kaki tidak lembap.

ikon memotong dan membersihkan kuku kaki Canesten

Potong kuku kaki dengan rutin untuk menghindari infeksi jamur.

Fakta Tentang Kutu Air

Ikon pria Canesten

Kutu air merupakan penyakit akibat infeksi jamur yang dialami oleh 70% populasi dunia. Yang paling berisiko mengalami kutu air adalah orang tua dan laki-laki.

ikon jari menyentuh Canesten

Kutu air bisa menular melalui kontak langsung. Berhati-hatilah saat beraktivitasi di tempat umum yang mengharuskan untuk telanjang kaki seperti pemandian umum.

ikon obat Canesten

Kutu air bisa sembuh lebih cepat jika segera diobati. Pengobatan dengan krim antijamur harus dilakukan minimal 2 minggu untuk hasil maksimal.